Rendezvous with a Friend

Why are you so nice?” Tanyaku sambil memandangi seorang pria tinggi berjambang yang sedang mondar-mandir di dekat jendela kamar hotelnya. Pria itu dengan langkah panjang-panjang menghampiri tas ranselnya yang jumlahnya ada tiga, berserakan di beberapa sudut ruangan. Dia sedang berkemas. Sedangkan aku, duduk berselonjor di lantai beralas karpet, bersandar pada tempat tidur, merasakan tekstur karpet yang menenangkan, memberi rasa nyaman.

Why can’t I be nice? Why can’t people be nice?” Dia balik bertanya. Dia mengangkat wajahnya sejenak sambil tersenyum kepadaku, lalu kembali sibuk mengemasi barangnya. Dari caranya berkemas, aku tahu dia bukan tipe orang yang rapi, ranselnya yang paling kecil menggembung maksimal, kalau misalnya ransel itu jebol, isinya bisa saja langsung berhamburan keluar. Continue reading

Singapura di Musim Hujan (2)

Hari-1: Jumat, 20 Januari 2017

Tempat yang dikunjungi: Haw Par Villa, Pulau Sentosa, Little India

Pesawat saya mendarat di Singapura lebih awal dari yang direncanakan. Namun bukan berarti liburan saya juga dimulai lebih awal. Entah kenapa, saya lupa dimana stasiun MRT Changi, dan harus mencari tahu di internet. Karena saya tidak membekali ponsel saya dengan kartu SIM setempat, saya hanya bisa memanfaatkan wifi bandara. Setelah akhirnya saya bisa menemukan posisi stasiun MRT Changi, saya langsung mencari loket penjualan kartu EZ-link (harga SGD 12, SGD 5 harga kartu, SGD 7 saldo awal). Kartu ini berguna sebagai pembayaran MRT kereta atau bus, tinggal tap-in dan tap-out, saldo otomatis berkurang sesuai dengan tarif perjalanan. Sebenarnya ada pilihan lain untuk pembayaran MRT, yaitu STP atau Singapore Tourist Pass, dengan harga SGD 30, bisa menggunakan bus atau kereta sesuka hati selama tiga hari. Continue reading